Ada hal-hal yang tak kumengerti dari Dira,
istriku itu. Dira kerap menyimpan barang-barang kecil dalam stoples lalu
menyimpannya di dalam lemari khusus. Lemari yang terbuat dari aklirik yang kupikir
akan digunakannya untuk menyimpkan koleksi bukunya. Sering aku bertanya mengenai
hal ini, tapi Dira hanya tersenyum dan mengatakan sesuatu dalam stoples itu akan
berguna suatu saat nanti. Barangkali, lima sampai sepuluh tahun lagi,
tambahnya.
Aku dan Dira sudah berpacaran dua tahun
sebelum kami memutuskan menikah lima tahun lalu. Setelah menikah, kami pindah
ke sebuah rumah kontarakkan, aku meminta Dira tak membawa lemari aklirik itu. Rumah
kami kecil, memasukkan lemari itu hanya akan membuat rumah menjadi sesak. Bawa satu
stoples saja, lainnya tinggalkan di rumah orangtuamu, kataku waktu itu. Namun,
Dira bersikeras membawa lemari itu. Sebagai gantinya, Dira meninggalkan koleksi
bukunya di rumah orangtuanya dan hanya membawa beberapa buku karangan Iwan
Simatupang dan Y.B Mangunwijaya.
Melihatnya bersikeras membawa lemari itu
dalam rumah kami, membuatku memutuskan tidak memintanya meninggalkan lemari itu
dan bertanya lagi arti stoples itu baginya. Jika Dira bersikeras, artinya
barang itu sangat penting baginya dan aku tidak memiliki alasan untuk mengenyahkan
sesuatu yang sangat penting bagi istriku.


