Mencintaimu selalu mudah, seperti yang sudah-sudah. 

Nai, kuikuti saranmu untuk melakukan sebuah perjalanan. Katamu, aku perlu berjalan lebih jauh, menjejak langkah di tempat yg belum pernah kupijak. Melihat sisi lain dari kehidupan yang belum pernah kulihat.  Bertemu dengan banyak orang dan berbagi cerita tentang hidup. Kamu bilang, sudah takdirnya bagi manusia untuk terus berjalan, semakin banyak jalan yang kutempuh semakin banyak hal baru yang kutemukan. Anggap saja ini sebuah permainan petak umpet dengan skala dunia. Untuk menemukan orang-orang yang bersembunyi, kamu harus berjalan, tidak bisa hanya diam saja. Kamu harus melakukannya sesering mungkin, keluar dari rutinitasmu yang hanya bekerja dan bermain ke kedai kopi, kalimat itu yang kuingat saat terakhir kali kita bertemu.
Panitia sedang memberi arahan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan ini berlangsung. Jangan heran, aku memang mengikuti open trip yang diadakan sebuah agent travel. Aku terlalu malas untuk me-arrange sendiri perjalananku. Bagiku, hiburan dan liburan tak jauh dari membaca buku di dalam kamar. Jika ingin melihat tempat yang belum kukunjungi, aku membaca buku travelling atau browsing-browsing di internet. Biarlah pikiranku yang berjalan, kakiku tetap tangguh berada di dalam ruang kamar. Jika bosan membaca, aku akan menonton film seharian menggunakan komputer jinjing. Membeli buku loak di blok M Square atau sekadar menikmai kopi di kedai-kedai kopi yang tersebar di Jakarta. Itu sudah cukup, lebih dari cukup untukku.