Tidak ada yang meragukan keahlianmu perihal menyembunyikan rindu, tidak juga aku. Kamu memeram rindu seperti seseorang memeram buah agar cepat masak. Disimpannya dalam satu tempat, ditutupnya rapat-rapat. Namun, dia tahu kapan buah-buah yang diperamnya akan masak, sedang kamu, tak pernah tahu, kapan rindumu akan sampai kepadanya. 
Tak ada yang mampu mengajarimu bagaimana menyembuhkan lukamu, tidak juga aku. Tapi, caramu merawat luka hanya agar lukamu bertahan lebih lama, bukan menyembuhkannya. Meringkuk di atas dipan, menangis sejadi-jadinya. Kamu tambahkan kenangan yang berisikan tentangnya lengkap dengan pengharapan bahwa kelak ia akan sadar dan pulang menujumu. Kamu mengobati luka dengan meneteskan cuka di atasnya, bukan obat merah. 


apakah kebahagiaan adalah kemewahan yang tak dimiliki dan dirasakan semua orang?
apakah kebahagiaan adalah keberuntungan yang tak perlu diupayakan?

apakah satu kebahagiaan harus ditukar dengan beberapa kesedihan dan kekecewaan?
beberapa orang yang kukenal sedang menuai kebahagiaannnya:
si Perempuan Beraroma Laut akhirnya tahu kemana kaki-kakinya akan melangkah. sudah kukatakan bukan, cinta seringkali melahirkan pengecualian-pengecualian dan terkadang melewati batas yang sudah kamu tetapkan. Ia merobohkan tembok yang susah payah ia bangun untuk melindungi hatinya agar tak patah lagi. ia akhirnya menyadari, risiko tidak datang di akhir setiap keputusannya, dia ada dan mengiringi setiap langkahnya. dan, ia memilih jatuh cinta lagi. memutuskan berjalan beriringingan dengan seseorang yang ia cintai. perihal kekecewaan yang ia khawatirkan, telah dikuburnya di dasar laut.
si Tuan Serius sedang berayun di bawah pohon harap. bertahun-tahun tunas harap yang disiraminya setiap hari selalu layu, mati. ia pernah berhenti percaya akan ada cinta yang baik baginya di depan sana. ia percaya, ia ditakdirkan menjalani hidup sendiri, hingga ia bertemu dengan seseorang yang mampu membuatnya kembali percaya dan belajar menyirami tunas harapnya dengan cinta. pohon harapnya telah tumbuh menjadi batang-batang yang kokoh. ia membuat ayunan di sana. duduk berdua bersama kekasihnya ketika senja atau ketika kue kuning di langit berbentuk bulat sempurna.
si Bakpao sedang menduga-duga, degup jantung yang berdetak lebih cepat disebabkan kafein atau perasaan cinta yang mulai tumbuh di hatinya. ia lupa kapan terakhir merasakan sensasi seperti itu. merasakan perutnya mulas seperti dihuni seekor kupu-kupu yang sedang mengepakkan sayapnya di sana. seperti melihat kembang api di tahun baru, tapi meledak di dalam dadanya. yang ia tahu, ia bahagia. yang ia sadari, hidupnya tiba-tiba menjadi berwarna, tak lagi monokrom seperti tahun-tahun panjang yang telah dilewatinya.
dan, aku masih merajut benang harap, tertusuk jarum, luka, kuanggap sebagai satu tiket yang nantinya dapat kutukar dengan tiket bahagia.