pagi yang muram dan harap yang mati. ia telah mati dibunuh kegagalan, ditikam kekecewaan. barangkali di seberang sana, harap baru telah menanti. perjalanan ini harus dimulai, meski seorang diri. tidak ada keluarga, tidak ada teman. memutus hubungan dengan semua orang yang dikenal. memulai perjalanan untuk menemukan. ketika gigil datang, kupeluk diriku seorang. ketika kesepian datang, kuberbincang seorang. tangis mungkin pecah, marah yang meledak, sesunyi-sunyinya sepi, seorang diri.
apakah semua kekecewaan telah hilang? barangkali tidak, dia ada, mengendap dalam diri kita. ada begitu banyak sisi-sisi hidup yang menuntut perhatian dan kekecewaan di masa lalu tidak sempat untuk diperhatikan sehingga dia menumpuk dengan tumpukan kekecewaan lainnya. kita hidup dengan membawa kekecewaan dan penyesalan dalam diri kita. kadang tenang, sebab dia tenggelam dalam kegiatan yang kita lakukan. kadang muncul ke permukaan dan merusak banyak hal. anehnya, satu kekecewaan menarik keluar kekecewaan lainnya yang terpendam dan menjerumuskan kita ke lubang keputusasaan. sedang, satu [.....]