4/06/2015

Kopi Buatan Ayah





“Dua sendok robusta, satu sendok arabica dan satu sendok gula. Diseduh menggunakan air yang mendidih. Kamu tidak suka pakai air termos atau dispenser kan,” kata ayahku sambil meletakkan gelas berisi kopi di meja. Kepulan asap yang keluar dari gelas mengenai wajahku, hidungku kembang-kempis mencium aroma kopi. Ayahku meletakkan segelas kopi lainnya-untuknya. Kutaksir, dia membuat kopi menggunakan kopi bubuk produksi pabrik asal Surabaya. Aku cukup heran dengan hal ini. Seringkali aku membawa kopi dari beragam daerah. Aku bahkan memiliki grinder untuk menghaluskan biji kopi yang [.....]

4/02/2015

Nasihat (tidak) Bijak





Aku mencium punggung tangannya, mengecup keningnya dan memeluknya. Perempuan yang usinya genap 66 tahun ini memintaku datang. Memintaku rehat sebentar dari kemacetan Jakarta, menunda sedikit pekerjaanku dan melupakan tentang kesibukan-kesibukan lainnya. Aku harus sedikit bertengkar dengan atasanku, mengingat tenggat pekerjaan yang hampir mendekati garis mati, aku tak dizinkan pulang, meski hanya dua hari. Aku meyakinkan atasanku, semua tugasku akan selesai tepat waktu. Aku mempertaruhkan pekerjaanku. “Jika tak selesai tepat waktu, pecat saja. Saya nggak bisa menolak permintaan ibu,” kataku. Dia menatap tajam, menunjukku menggunakan [.....]