Pernahkah kau menginginkan seseorang—tapi tidak ingin memilikinya? –theoresia-
Benarkah ini bentuk dari kebebasan atau justru keegoisan. Membebaskan seseorang untuk meraih cintanya, membiarkan dia terbang bebas dan singgah di (hati) mana pun dia suka. Memberikan kepercayaan bahwa cinta memilih seseorang bukan seseorang yang memilih cinta, sehingga kita dipilih (cinta) bukan memilih. Tapi bukankah cinta diam-diam adalah egois. Mencintai seseorang tanpa pernah menyatakannya. Melepasnya tanpa berusaha [.....]
Aku ingin meneguk secangkir kopi sekaligus, tak perlu lagi ritme, tak penting lagu seruput dan gelegek, semua buyar melebur dalam kopi hitam. Setiap tegukan yang masuk membuang satu persatu kenangan dan memori tentang aku, kamu dan kita. Aku ingin menelannya secara langsung agar tak lagi menyisakan pahit. Ternyata tak mudah meneguknya secara langsung, membuat tenggorakan tersedak. Mungkin tak bisa [.....]
“Saya ingin amnesia,” kata teman saya sore itu. “Saya ingin melupakan semua luka, membuang semua rasa sakit terutama sakit hati. Saya ingin bahagia dan mengingat yang baik-baik saja,” tambahnya. “Kalo kamu amnesia, rasa sakitanya kan bertambah dua kali lipat dari yang kamu rasakan sekarang,” jawab saya datar. “Koq bisa?” “Setiap kali kamu patah (hati), kamu belajar untuk membalut. Setiap kali luka itu [.....]