4/23/2013

Pintu itu...

“Kalau saja membuang masa lalu semudah membuang sesuatu ke tong sampah. Aku ingin amnesia, memotong dan memilah-milah  kenangan mana yang ingin aku bawa dan aku tinggalkan atau menitipkannya padamu,” katamu suatu sore.
“Seandainya itu kamu lakukan, rasa sakitnya akan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Karena, setiap kali patah, hati kita belajar membalut dan mengobati. Ketika kamu amnesia, kamu harus memulainya dari awal, belajar untuk kembali menyembuhkan luka dan membalut yang patah,” kataku yang tak sempat terucap. Hanya bermain-main di kepala, lalu tengelam dengan sendirinya.
Langkahmu kini terhenti di depan pintu, kamu hanya perlu satu langkah untuk benarbenar pergi. Mungkin langkahmu akan lebih ringan ke depan, karena semua kenangan kamu titipkan padaku, sesuatu yang tidak mau [.....]

4/21/2013

(Belajar) Memahami



“Aku mau potong rambut, menurutmu lebih bagus tetap panjang atau pendek. Hmmmm, kamu suka rambut aku panjang atau pendek,” tanyamu melalu pesan singkat kemarin sore. Panjang, jawabku singkat melalui pesan singkat. Setelah itu tak ada lagi balasan darimu dan aku memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaanku.
Hari ini kita bertemu, seperti janji kita dalam pesan singkat sebelum kamu menanyakan perihal rambutmu yang aku suka. Aku menungumu di restoran cepat saji di Cilandak Town Square. Kamu mungkin sedikit terlambat, Bandung-Jakarta semestinya bisa ditempuh dalam dua sampai tiga jam [.....]

4/18/2013

(Pertanyaan) Tentang Pagi


Pagi kembali datang, dengan muram.  Sisa hujan semalam masih menggelayut di langit. Pohon kelengkeng di depan rumah ambruk, cabang-cabangnya patah tak kuat menahan terjangan angin pengiring hujan. Jalan di belakang rumah seketika menjelma menjadi kolam kecil, membuat siapa saja malas melewatinya.
Pagi kembali datang, tak ada yang istimewa kecuali kamu mengangap bernafas adalah keistimewaan dari pagi. Menganggap  kamu masih [.....]

4/13/2013

Penjaja Kopi Keliling


Aku merindukan jogging  pagi hari di Taman Suropati atau sekadar duduk sore menikmati alunan musik dari berbagai komunitas yang memang berkumpul di akhir pekan. Jika kamu bosan mendengarkan petikan gitar, kamu hanya perlu jalan beberapa langkah untuk bisa menikmati alunan biola. Dawainya yang digesek mampu menentramkan hati. Tapi jangan berharap selalu mulus, tidak ada petikan yang bagus-bagus saja dan tidak ada suara biola yang mengalun indah terusmenerus. Sesekali, kamu akan mendengarkan suaranya yang membuatmu  ingin segera meninggalkannya.
Biasanya, aku menghabiskan sore hari akhir pekanku dengan dia, seseorang yang tidak ingin aku sebut namanya. Kami tak seperti sepasang kekasih kebanyakan yang menghabiskan waktu berdua pada sabtu malam. Sabtu malam, waktu kami bersama teman, sahabat atau keluarga. Jadwal [.....]

4/07/2013

Sekaleng Surat


aku mencari buku-buku koleksiku yang disimpan ibuku di dalam gudang. Sejak pindah rumah setahun lalu, dan sejak aku memutuskan untuk merantau tiga tahun lalu, ibuku menyimpan sebagian barang-barangku di gudang, termasuk koleksi buku-bukuku yang memang tidak ada yang menyentuhnya selain aku. Adikku lebih tertarik dengan dunia digital daripada membaca buku koleksiku yang 90 persen novel.
Aku memakai masker, mengantisipasi [.....]