Apa jadinya hujan tanpa gerimis, bukanah hujan tetaplah hujan. Proses penguapan air laut yang ditampung oleh awan, hingga bobot air tak dapat ditampung maka jatuhlah ia ke bumi. Bukankah hujan dan gerimis mengeluarkan produk yang sama. Lalu dimana proses gerimis yang kau agung-agungkan itu? tanyamu padaku di suatu sore. Hujan tanpa gerimis seperti musik tanpa intro, ada ritme yang hilang dan kita seperti mendengarkan sebuah alunan lagu yang tak utuh, betapa tidak nyamannya [.....]
Setelah selesai pesta pernikahan sepupu saya, yang saya rasakan adalah lelah. Sebuah kata yang mampu menggambarkan perasaan yang mungkin akan dirasakan oleh siapa saja yang ikut dalam pesta pernikahan keluarganya. Soal pernikahan tidak hanya teradi pada hari H, proses berunding telah berjalan sejak mulai lamaran, prawedding, foto, baju pengantin, catering, hiburan, tamu undangan, penghulu, tempat, adat yang dipakai dalam prosesi pernikahan bahkan setelah acara selesai masih ada yang harus dibenahi sepeti bayar sewa tempat, dekorasi, fotografer dan dibutuhkan energi extra utntuk mengkalkulasi semuanya dengan biaya yang tak sedikit pula.
Sambil beristirahat setelah rentetan panjang pesta pernikahan sepupu saya, ada hal yang menarik saya untuk terus berpikir, pesta telah usai tapi hidup yang kita jalani belumlah usai. Babak baru pernikahan [.....]
Masih seperti dulu, seperti beberapa tahun silam perkenalan kita. Kopi hitam adalah alasan mengapa kita duduk bersebelahan, berkenalan, menjadi sahabat dan akhirnya mencintai. Dan tiga puluh menit selalu menjadi perantara untuk akhirnya kita benar-benar saling berbicara. Dalam tiga puluh menit yang panjang, dimensi waktu yang di dalamnya terdapat duniamu sendiri, tenggelam di dasarnya tanpa pernah bisa aku menyelaminya. Dan masih seperti dulu, aku selalu datang pertama. Memulai semuanya dengan secangkir kopi dan menerawang jauh memasuki dunia absurditasku, dunia yang tak mampu ku menerjemahkannya. Dunia yang mengambil ruang sendiri di tengah putaran hidup yang ku jelajahi. Lalu kamu duduk di sebelahku, membawa secangkir kopi tanpa [.....]
Setiap orang memiliki falsafah hidupnya sendiri-sendiri dan cara memandang dunia ini pun beragam adanya, tapi justru keberagaman pandang ini yang membuat bumi yang tua ini menjadi berwarna. Ada yang menjalani hidup ini dengan kerja keras dan penuh semangat, mengikuti falsafah hidupnya “life 4 struggle dan hard effort” ada juga yang membiarkannya mengalir, santai dan menikmati setiap detik yang terjadi dalam hidup bahkan ada yang bilang ”gua nggak punya falsafah hidup” padahal secara tak sadar itulah falsafah yang dianutnya. Bukankah tidak memilih, adalah sebuah pilihan???
Sejak SMA, saya percaya bahwa hidup harus sebisa mungkin dinikmati dan cara menikmati hidup yaitu menjalani dengan sesantai mungkin. Kata menikmati tidak selalu berkonotasi negatif, toh menikmati hidup tidak harus dengan miras, narkoba atau free [.....]
TUHAN ???
Pernah anda berjalan? Semua orang pasti pernah berjalan. Bahkan seorang bayi pun merangkak untuk belajar berjalan, apalagi anda. Ups bukannya saya menghina atau menganggap semua orang mampu berjalan, untuk anda yang tak mempunyai kaki toh anda juga akan berjalan dengan kursi roda atau setidaknya waktu yang terus berjalan mengiringi anda, karna waktu tak mungkin stagnan disatu ruang bahkan untuk sedetik pun tak akan pernah terjadi. Tapi pernah anda berjalan seperti saya, menelusuri hal yang tak pasti, membiarkan kaki melangkah mencari tuhan yang disembah manusia? Mungkin tidak atau tak pernah terbesit di pikiran anda untuk melakukannya. Jangan anggap saya sombong toh saya tak lebih baik dari anjing, atau anda bisa panggil saya babi, terserah ! saya Cuma [.....]
Cinta dan Dusta
Suatu kali ketika sedang asyiknya menikmati kopi hitam dan sebatang rokok di taman kampus, tiba-tiba teman saya duduk tepat di sebelah saya, wajahnya lesu, matanya merah dan masih membekas tetesan di sela-sela matanya yang sedikit bengkak. Dia sangat tahu bahwa saya orang yang paling tidak ingin diganggu jika sedang menikmati kopi, maka dia hanya duduk dan sesekali memutar-mutar handphonenya, karena tidak tega saya pun berkata” kenapa wi, cerita aja!!”.
Tanpa basa-basi dia pun menceritakan semuanya, dari A sampai Z dan seperti yang sudah saya duga sebelumnya, pasti masalah cinta. Cerita tentang janji-janji manis yang tidak pernah terwujud, cerita tentang perubahan sikapnya dari baik menjadi kasar dan sekelumit tentang ketidakharmonisan dua insan tentang cinta. Saat itu tak banyak [.....]
Penjual Dan Pembeli
Ketika sedang asyik berjalan di salah satu pusat grosir di kota Bogor, mata saya tak henti-hentinya memandang sekeliling orang yang sedang berjualan menjajakan barang dagangnnya. Ada yang menarik-narik orang yang lewat atau merayu dengan suara yang lembut-lembutkan. Pemandangan ini bukanlah hal baru, sudah lumrah bagi kebanyakan orang yang sering berbelanja di sana, tapi jangan berpikir negatif mereka hanya menjajakan barang bukan harga diri.
Hal yang sering saya lakukan setiap hunting sesuatu atau hanya sekedar jalan-jalan adalah mengamati keadaaan di sekaliling saya, selalu ada saja hal yang menarik untuk dilihat. Seperti halnya para penjual dan pembeli yang sedang tawar menawar, meski sekilas tampak remeh tapi jika diamati peristiwa itu mempunyai sisi lain yang menarik untuk diamati.
Setiap penjual mempunyai [.....]
[.....]